Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ya
Tidak
Ragu-ragu
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
25 June 2019
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
Statistik
Visitors : 626726 visitors

Hits : 508 hits

Today : 1 users

Online : 1 users

:: Kontak Admin ::

lilik_anune@yahoo.com lilikgunarta

Ibu Guru Laskar Pelangi Terima Satyalencana Pendidikan

Tanggal : 12/13/2008, 07:29:46, dibaca 270 kali.

Banyak Guru-guru Lain yang Bisa Ditiru.

"Hari yang bersejarah untuk saya," Begitu komentar Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid (55), atau akrab disapa Bu Musmilah saat berbincang-bincang dengan Persda Network, di Jakarta, Selasa (2/12).

Pernyataan itu dilontarkan Bu Muslimah sehubungan penghargaan Satyalencana Pendidikan yang baru saja diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada acara puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-63 PGRI, di Stadion Tennis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan pada pagi harinya. Selain Bu Muslimah, penghargaan serupa juga diberikan kepada ratusan guru lainnya.

Terkait tokoh yang diceritakan dalam film dan novel laris Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata, itu, SBY berpesan agar para guru meniru mental dan kreasi Bu Mulismah. Guru yang saat ini mengajar di SDN Gantong, Belitung, itu juga dianggap sebagai inspirator bagi Andrea Hirata. "Jadilah bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi Ibu Muslimah yang lain dengan banyak inisiatif, bermental baja untuk memberi semangat kepada murid-muridnya," kata SBY saat memberikan sambutan.
Mendengar pernyataan tersebut, Muslimah mengaku bangga sekaligus kaget. Ia bangga karena menerima penghargaan satyalencana dan kaget mendengar pesan SBY.

"Banyak guru-guru lain yang bisa ditiru. Saya mohon maaf kepada guru-guru yang lain. Kalau memang ada yang bisa ditiru dan dicontoh, ya silakan saja. Saya tidak mengharapkan hal-hal yang berlebihan," ujar Muslimah.

Muslimah mengatakan ia tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan penghargaan Satyalencana Pendidikan. Penganugerahan itu pun diketahuinya sekitar dua minggu lalu lewat sebuah surat dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dalam surat tersebut, Muslimah terlebih dahulu diminta mengirimkan sejumlah data.

Ke depan, Muslimah mengaku akan berbuat lebih baik untuk dunia pendidikan tanah air, khususnya di tempat ia mengajar. Guru yang sebelumnya mengajar di SD Muhammadiyah Belitung itu juga mengajak seluruh guru di Indonesia melakukan hal yang sama. "Mari kita berjuang semaksimal mungkin dengan hati," imbuhnya. (Persda Network/mun/ade)

Sumber : http://tribunjabar.co.id



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas