Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ya
Tidak
Ragu-ragu
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
07 December 2019
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Statistik
Visitors : 648726 visitors

Hits : 19 hits

Today : 1 users

Online : 1 users

:: Kontak Admin ::

lilik_anune@yahoo.com lilikgunarta

Tebus Obat Tanpa Antre, Dengan Aplikasi Halodoc

Tanggal : 25-11-2019 08:07, dibaca 11 kali.
Aplikasi kesehatan berbasis online, halodoc, mengenalkan layanan baru bernama Halodoc Goes to Hospital (HG2H). Hal itu merupakan bagian dari solusi kesehatan inovatif yang dapat memudahkan pasien menghemat waktu dalam menebus resep obat di rumah sakit, baik racikan maupun non-racikan.

"HG2H merupakan wujud komitmen kami dalam mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Sekaligus sebagai upaya kami dalam membangun sinergi positif dengan rumah sakit dalam mendukung RS menghadirkan pelayanan prima bagi setiap pasiennya," ujar CEO Halodoc Jonathan Sudharta, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 September 2018.

Cara memakai layanan HG2H adalah saat pasien mendapatkan resep obat dari dokter di rumah sakit sesuai dengan indikasi yang diberikan. Setelah itu pasien dapat melakukan pembayaran atas layanan konsultasi yang diberikan oleh dokter berikut dengan resep obat yang ingin ditebus di kasir.

Pada saat proses pembayaran, pihak rumah sakit akan membantu dengan memberikan penawaran kepada pasien apakah mau menggunakan pengantaran obat melalui layanan HG2H. "Layanan ini dapat diakses oleh setiap pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS, pasien baru maupun pasien yang rawat jalan yang sudah rutin menebus obat di rumah sakit," tambah Jonathan. Apabila pasien setuju menggunakan layanan tersebut, maka pasien akan diminta mengisi data tambahan untuk pengiriman obat, sambil mendapat penjelasan aturan pakai oleh apoteker rumah sakit tentang obat yang ditebus.

Setelah semua tahapan terpenuhi, pasien dapat langsung meninggalkan rumah sakit dan menunggu pihak Halodoc mengantarkan obat ke alamat pasien. "Kami akan terus menjajaki kerjasama dengan rumah sakit lebih banyak lagi sehingga dengan begitu, akan banyak pula pasien yang terbantu melalui layanan HG2H ini," tambah Jonatha

Halodoc menargetkan menjalin kerjasama dengan 500 rumah sakit hingga akhir tahun 2019 sebagai tahap awal perluasan layanan HG2H. Adapun hingga tanggal 19 September 2018, Halodoc sudah berhasil menjalin kerjasama dengan 76 rumah sakit baik swasta maupun non-swasta yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Karawang, Bandar Lampung, Malang, Ponorogo, Jember, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Semarang, Gresik, Bali.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro menjelaskan bahwa teknologi digital bekembang sangat cepat. Hal tersebut, kata dia, akan membantu rumah sakit dalam menunjang pelayanan yang lebih efektif dan efisien. "Kami mengapresiasi kehadiran HG2H sebagai salah satu aplikasi dalam mendukung hal tersebut. Besar harapan kami, layanan ini dapat meningkatkan kepuasan pasien," lanjut Kuntjoro.

Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas